Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan

Oktober 01, 2012

Musim di Jepang

Bicara soal musim. Jepang merupakan salah satu negara yang mempunyai empat musim. Jangka waktu antara 4 musim tersebut, kurang lebih 3 bulan. Jadi setahun itu di Jepang mengalami 4 musim. Keempat musim itu adalah, Musim Semi (Spring, 春, haru), Musim Panas (Summer, 夏, natsu), Musim Gugur (Autumn, 秋, aki), Musim Dingin (Winter, 冬, fuyu). Yuk, langsung aja kita simak!

Musim Semi (Spring, 春, haru)
Musim Semi dimulai sekitar bulan Maret, dan orang Jepang menyambutnya dengan gembira, karena hari-hari dingin dan tidak bersahabat telah berakhir. Musim Semi ditandai dengan munculnya kuncup-kuncup bunga pohon plum (梅, ume). Dan setelah bunga pohon plum berakhir, muncul kuncup-kuncup bunga paling terkenal di Jepang, bunga Sakura (桜).


Musim Panas (Summer, 夏, natsu)
Musim Panas diawali dengan musim hujan sekitar seminggu, yang disebut Tsuyu (梅雨). Musim Panas di Jepang bisa mencapai suhu maximum 35oC, dengan kelembapan lebih dari 90%. So, gag perlu olahraga angkat besi, dengan duduk diam saja, sudah sukses membuat kita mengeluarkan keringat. Musim Panas dimulai sekitar bulan Juni ditandai dengan pohon-pohon hijau dan nyanyian ribut serangga yang bernama ‘Semi’. Sekolah di Jepang memberi libur Musim Panas sekitar sebulan. Salah satu aktivitas yang disukai kaum muda Jepang di Musim Panas adalah bermain ke pantai dan ke laut. Meski di tiap musim juga diadakan festival, Musim Panas adalah musim dengan jumlah festival terbanyak dan tersemarak.


 Musim Gugur (Autumn, 秋, aki)
Musim Gugur, ditandai dengan mulai rontoknya dedaunan di pohon-pohon, dan berakhirnya hari panas dan lembab. Berawal sekitar bulan September. Musim ini terkenal dengan daun yang berubah warna jadi kuning, merah, oranye, dan disebut Momiji (紅葉). Para binatang liar seperti beruang, mengumpulkan persediaan makanan untuk ditimbun selama mereka tidur jangka lama di Musim Dingin.


Musim Dingin (Winter, 冬, fuyu)
Musim Dingin, ditandai dengan turunnya butir-butir salju pertama di awal Desember. Di jaman dulu, Musim Dingin ini adalah musim yang paling berat, dan mungkin paling banyak menelan korban jiwa karena ganasnya cobaan alam dengan hawa dingin dan badai salju. Di beberapa daerah seperti Hokkaido di utara, suhu udara bisa mencapai -20oC. Rata-rata aktivitas orang-orang Jepang di musim dingin ini, adalah bermain ski, snowboard, dan es skating. Serta Onsen / hot spring (Pemandian air panas).

Nah, itu dia musim-musim yang ada di Jepang. Gimana menurut kalian? siap untuk kesana? ^_^

Prefektur (Todofuken)

Pernah dengar kata-kata prefektur kan? Jika kalian sering mengikuti berita seputar jepang pastu udah nggak asing lagi dengan yang namanya Prefektur (Todofuken).  Buat kalian yang belum mengetahui apa itu prefektur. Yuk kita bahas!

Kata "prefektur" pertama kali diciptakan oleh bangsa Romawi untuk menamakan sebuah wilayah yang mempunyai pemerintahannya sendiri (seperti pemerintah daerah), kira-kira seperti provinsi yang dipimpin oleh gubernur di Indonesia. Di Jepang sendiri kata prefektur sebenarnya tidak ada, melainkan Todofuken, yang ditetapkan oleh pemerintahan Meiji pada tahun 1868 dengan sistem haihan-chiken (廃藩置県), sistem yang membagi-bagi pemerintahan daerah menjadi lebih dari 300 prefektur. Karena jumlah yang besar ini dinilai terlalu ribet, banyak wilayah dimerger (digabung) yang kemudian menjadi 72 pada tahun 1871, lalu dirubah lagi menjadi hanya 47 pada tahun 1888 sampai sekarang.
Gimana? Sekarang udah tau kan apa itu prefektur? Jadi nggak usah bingung lagi. Selanjutnya kita akan membahas tentang musim-musim menurut kalender Jepang. Mau tau gimana kelanjutannya? Tunggu aja, tetap di My Japan Area!!! ^_^

Sejarah Jepang (Nipponshi)


Ahoy! Minnasan, sobat MJA! Kurang pas ya rasanya kalo kita ngebahas tentang "All about Japan" tapi nggak tau tentang sejarah-sejarahnya. Nah, langsung aja yuk kita bahas satu persatu Sejarah Jepang (Nipponshi). Ini dia yang berhasil saya rangkum dari beberapa sumber.

Awal Terbentuknya Jepang

Jepang yang biasa dikenal dengan negeri Sakura memiliki sejarah yang panjang dalam proses terbentuknya hingga sekarang ini. Dulu, Jepang sempat menutup diri akan pengaruh budaya luar. Sehingga membuat Negara Jepang jauh dari anggapan negara berkembang ataupun maju. Tapi coba kita lihat sekarang, masyarakat dunia tidak lagi mengenal Jepang sebagai negara berkembang, melainkan sebagai sebuah negara yang sudah sangat maju. Hal ini dibuktikan dari berbagai sektor. Mulai dari produk hingga teknologinya yang semakin banyak dan maju dengan pesat. Sebenarnya Jepang sendiri merupakan negara yang memiliki luas lebih kecil dibanding Indonesia. Namun Jepang telah mampu melampaui negara-negara di Asia.

Just to know, Jepang merupakan negara kepulauan yang terletak di kawasan Asia Timur, tepatnya di sebelah Timur daratan Semenanjung Korea. Dan secara astronomis, Jepang berada antara 30°LU - 46°LU dan 128°BT - 179°BT. Luas negara ini sekitar 377.837 km² dengan jumlah penduduk mencapai 127.333.000 jiwa. Berdasarkan kedua indikator tersebut, rata-rata kepadatan penduduk Jepang sekitar 323 jiwa/ km². Sebagai negara kepulauan, Jepang memiliki beberapa pulau besar sebagai pulau utama, yaitu Honshu (pulau terluas sekaligus letak ibukota Jepang, Tokyo), Hokkaido, Kyushu, dan Shikoku. Selain itu, terdapat lebih dari 3.000 pulau kecil yang mengelilinginya. Di bidang perekonomian, Jepang banyak memegang peran penting, pendapatan perkapitanya yang tinggi (mencapai 31.410 US dollar) serta kestabilan mata uangnya mengantarkan Jepang sebagai salah satu negara maju di kawasan Asia. Di percaturan dunia, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan mendapat julukan “Macan Asia” karena kemampuan negara - negara tersebut dalam memperkukuh pengaruh perekonomiannya di kawasan Asia. Berdasarkan keadaan geografis dan sejarahnya, Jepang dibagi menjadi sembilan kawasan dari 47 prefektur. Kesembilan wilayah tersebut adalah Hokkaido, Tohoku, Kanto, Chubu, Kinki, Chugoku, Shikoku, Kyushu, dan Okinawa. Sedang empat pulau utamanya adalah Hokkaido, Honshu, Shikoku, dan Kyushu.

Nah, jika dalam sejarah daratan Amerika ditemukan oleh Colombus. Lantas Jepang siapa yang menemukannya? 

Awal terjadinya kepulauan Jepang dimulai pada masa Palaozoic. Kala itu Jepang masih merupakan dasar lautan. Setelah memasuki masa Mesozoic, dasar lautan yang dimaksud mengalami perubahan dan membentuk daratan yang menyambung dengan Asia. Namun, pada akhir periode III masa Cenozoik, daratan tersebut kembali ke dasar laut.Pada periode IV masa Deluvium, dasar laut tersebut timbul kembali dan sekali lagi menyatu dengan Asia. Setelah mengalami banyak perubahan alam dan cuaca, pada zaman es ke-3 (Dilivium), daratan yang menyatu dengan Asia ini berangsur-angsur mengalami penurunan dan membentuk kepulauan Jepang seperti sekarang ini. Jepang yang memiliki ¾ kawasan pegunungan atau + 70% dari keseluruhan daratan memiliki empat musim yang berbeda. Empat musim tersebut adalah musim semi/haru (Maret – Mei), panas/natsu (Juni – Agustus), dingin/fuyu (September – Nopember), gugur/aki (Desember – Februari). Meski perubahan-perubahan iklim & cuaca sangat dinantikan masyarakat Jepang, ternyata Jepang sangat rawan terjadi gempa bumi dan bencana alam akibat letak geografisnya yang dipenuhi dengan pegunungan dan bukit-bukit.

Jadi leluhur mereka siapa? Terus dari dulu hingga sekarang siapa aja yang menghuni kepulauan yang ada di Jepang? 

Penghuni Jepang sendiri berasal dari beberapa negara yang bersinggah dan melakukan jual beli. Banyak pihak yang berpendapat berbeda akan hal ini. Masyarakat awam cenderung beranggapan bahwa suku Ainu lah sebagai penduduk pertama Jepang. Namun, pendapat tersebut belum dapat dibenarkan. Pendapat lain juga menyebutkan bahwa penduduk asli atau nenek moyang Jepang adalah yang memiliki kebudayaan Jōmon. Hal ini dikarenakan telah ditemukannya fosil dari hasil kebudayaan Jōmon. Ada pendapat lain yang menyebutkan, dan terkenal dengan sebutan Teori Selatan-Utara bahwa nenek moyang Jepang yang asli berasal dari daratan Asia yang tinggal dan menamakan dirinya sebagai Kikajin yang berawal pada jaman Yayoi.

Teori Selatan menyebutkan bahwa nenek moyang Jepang berasal dari Asia Tenggara seperti Tibet, Taiwan, Kepulauan Pasifik Barat Daya, Melayu, dan bahkan Indonesia. Teori ini dapat dibenarkan dengan adanya penemuan tentang cara bercocok tanam yang dilakukan oleh nenek moyangnya dengan cara membuat sawah.

Teori Utara menyebutkan lain. Di sini disebutkan bahwa nenek moyang Jepang berasal dari pusat daratan Asia seperti Mongol, Manchuria, Siberia, dan Turki. Teori juga dapat dibenarkan karena tata bahasa yang digunakan dalam keseharian msyarakat Jepang sesuai dengan susunan bahasa Korea, Ural, Turki, dan sebagainya.


Nah, mungkin itu dulu sedikit perkenalan tentang Jepang yang berhasil saya ringkas dari beberapa sumber. Selanjutnya kita bakal membahas tentang perfektur yang ada di Jepang. Sayonara!!!